STAI Miftahul Ulum – Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM)Tarate, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Rapat Terbuka Wisuda Program sarjana Strata Satu(S-1) Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) di Aula Kantor Kemenag Sumenep, Sabtu (30/03/2019).
Gelar sarjana S-1 STAIM Tarate itu dikemas dengan tema yang bertajuk “Kontribusi Sarjana Hukum Keluarga Islam Dalam Menyiapkan Generasi Milenial yang Berkarakter Islam Moderat di Era Revolusi Industri 4.0”. Hadir pada kesempatan itu, tim ahli Kopertais wilayah IV, Dr. H. Hammis Syafaq, Lc, M.Fil.I, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, M.Si, segenab jajaran Pimpinan STAIM Tarete dan Wisudawan Wisudawati yang siap disahkan menyandang status S-1.Dalam sambutannya Ketua STAIM Tarate Sumenep, K. Ubaidillah Cholil, M.Pd.I, M.H.I. menyampaikan terimakasi kepada semua stekholder yang telah mendukung dan dan mensupport jalannya perguruan tinggi STAIM Tarate, sehingga sudah tiga kali berhasil meluluskan Sarjana S-1 bidang Hukum Keluarga Islam.
“Pertama kami sampaikan beribu terimakasih kepada Ketua Yayasan karena selama ini telah mensuport berkembangnya Perguruan Tinggi STAIM, Kedua kami sangat berterimakasi kepada pengasuh Pondo Pesantren Al-Usmuni telah memberi perhatian khusus kepada kami untuk mengembanhkan STAIM Tarateh ini,” kata Ketua STAIM Tarateh dihadapan para tamu undangan. Sabtu (30/3).
Lebih Lanjut, Ubaidulillah menambahkan, bahwa STAIM Tarateh berdiri pada tahun 2008 dengan prodi Hukum Keluarga Islam (HKI). Bahkan dirinya juga menyampaikan pada tahun 2016 telah menambah program studi baru.
“Alhamdulillah saat ini bisa meluluskan 33 Sarjana S-1 dengan gelar sarjana hukum (SH), Alhamdulillah pada tahun 2016 kemarin kami menambah program studi Ekonomi syariah, sehingga dengan bertambahnya prodi bertambah pula jumlah mahasiswa di kampus kami,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, M.Si menyampaikan, seorang sarjana harus bisa mentranformasikan ilmunya ditengah masyarakat. “Saya berharap para sarjana lulusan STAIM ini tidak sebatas memperkaya pengetahuan bagi diri sendiri, namun juga memberikan dampak positifnya kepada masyarakat,” kata orang nomor satu di Kabupaten Sumenep itu. Sabtu (30/3).
Bupati yang juga seorang pengasuh PP. Al-Karimiyah Baraji Sumenp itu menambhakan, para sarjana dalam mentransformasikan ilmunya harus dengan interaksi sosial yang baik, jangan sampai seorang sarjana sama dengan orang yang tidak berilmu.
“Berinteraksi dengan masyarakat hendaknya dengan tutur kata, perilaku yang berkarakter budaya sehingga memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” tutur Bupati dua periode tersebut.
Pada kesempatan yang sama pihak panitia Wisuda STAIM Tarateh mengatakan bajwa acara yang diselenggrakan hari ini berjalan lamcar dan sukses. “Alhamdulillah sukses, serta mendapatakan apresiasi dari pimpinan karena lebih sempurna dari acara wisuda sebelumnya,” Kata Ketua Panitia Wisuda, Mohammad Sholeh kepada media ini. Sabtu (30/3).
Selain itu, dia berharap para sarjana STAIM yang baru menyandang S-1 bisa menjadi orang sukses dan bermanfaat bagi ummat. “Semoga para Wisudawan menjadi orang sukses, bisa memanfaatkan ilmunya, dan semoga kedepannya Kampus STAIM lebih maju lagi,” harapnya. (Alf/Ayu).
Maaf Belum Tersedia
Maaf Belum Tersedia