STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Inovasi Menembus Batas Dunia - Menuju Institut Terkemuka di Madura

Artikel Terkini 10 Sep 2020
By PUSDATIN

SISTEM PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI

SISTEM PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI

oleh : Haris Suaidy, M.Pd

(Dosen Prodi PGMI STAIM Tarate Sumenep)

 

Tema kali ini tetap berkaitan dengan yang sampai saat ini belum berakhirnya masa pandemi yaitu terkait pembelajaran yang dilakukan sampai saat ini oleh lembaga pendidikan formal dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi yaitu pembelajaran dengan menggunakan sisem daring dan luring, namun Kemendikbud melakukan penyesuaian kebijakan pembeljaran di masa pandemi ini yaitu Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan bahwa pemerintah mengizinkan sekolah untuk di buka pembelajaran tatap muka apabila berada di zona hijau dan zona kuning,. Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu apa itu pembelajaran? Seperti yang kita ketahui bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain, pembeajaran yaitu proses untuk membeantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik, seperti yang dikemukakan oleh Komalasari (2013) bahwa pembelajaran merupakan suatu proses membelajarakan pembelajar yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis agar pembelajar  dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

Saya kira pembaca sudah tahu  sistem pembelajaran yang sedang dilakukan di masa pandemi ini, ada 2 metode pada sistem pembelajaran yang sedang digunakan di saat masa pandemi ini, yang pertama daring (dalam jaringan) yang terhubung melalui jejaring komputer, internet dan sebagainya. Sistem daring ini biasa kita sebut sebagai sistem jaringan online bisa menggunakan aplikasi video call atau aplikasi dari media sosial Zoom, Google meet, Google Clasroom. Whatsap juga bisa untuk mempermudah para tenaga pendidik dan juga peserta didik dalam proses belajar mengajar di rumah masing – masing. Bisa dicontohkan peserta didik melakukan chat di whatsapp artinya merka melakukan kegiatan daring. Yang kedua Luring (luar jaringan) yang terputus dari jaringan komputer, Sistem luring ini biasa kita sebut sebagai sistem jaringan ofline, dimana  metode ini sama seperti metode pembelajaran seperti biasanya yaitu tetep bertatap muka dengan para pendidik secara langsung dan berhubung sekarang  masih masa pandemi sangat tiak mungkin  bagi para pendidik melakukan proses belajar mengajar di kelas karena itu melanggar aturan dari protokol kesehatan covid 19 lalu bagaimana proses belajar mengajar ada beberapa alternatif terkait metode pembelajaran secara luring disini bisa dicontohtohkan dengan aplikasi Whatsap jadi guru mata pelajaran atau guru kelas membuat group whatsap untuk kelasnya masing – masing lalu wali kelas yang sebagai admin di group itu menambahkan kontak guru mapel di dalam group tersebut setelah itu guru mapel memberikan tugas dalam bentuk file boleh berupa Word atau PDF, jika tugasnya berbentuk Word maka peserta didik bisa mengerjakan langsung disitu tentunya sudah terinstal langsung aplikasi versi android di handpone nya masing – masing dan dikirim kembali ke guru mata pelajaran yang bersengkutan, jika tugasnya berbentuk PDF maka peserta didik diminta untuk mencatat tugas – tugas mereka di kertas lalu mengirimkan bukti berbentuk foto lalu dikirimkan ke guru  mata perlajaran tersebut.  Alternatif lain yaitu termasuk mengakses lewat TV dan Radio dengan memanfaatkan progran belajar dari rumah lewat TVRI jika memiliki TV dan guru mendatangi rumah siswa yang dekat dengan daerahnya untuk memberikan tugas yang harus peserta didik itu kerjakan.

Pemblajaran  daring dan luring ini keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. Keunggulannya diantaranya (1) Efktifitas waktu dan tempat yaitu penghmatan waktu ke tempat belajar dengan mengikuti proses belajar dari rumah  masing – masing (2) Peserta didik tidak hanya bergantung pada si Pendidik tetapi bisa belajar sendiri melalui internet (3) membuat siswa sadar bahwa smartphone bisa digunakan untuk hal – hal yang lebih mencerdasakan, jadi tidak hanya untuk bermain game saja. Kekurangannya diantaranya: (1) Pendidik sulit memantau mana psrta didik yang serius dalam belajar atau tidak. Intraksi dengan pendidik dan sesama peserta didik juga terbatas, (2) Tugas yang menumpuk karena harus menghadapi tugas - tugas yang diberikan oleh pendidik agar tetap mendapat nilai dan materi ajar, (3) Menghabiskan banyak kuota / internet, biasanya dalam membeli paket internet yang biasanya sebulan sekali kini bisa jadi lebih dalam satu bulan dan itupun tergantung banyaknya kuota yang dipakai, (4) Tidak semua peserta didik memiliki peralatan yang diperlukan (smartphone, laptop, komputer) untuk digunakan dalam pembelajaran online.  

Dalam tulisan yang singkat ini semoga banyak manfaatnya buat para pembaca, insyaallah... apakah dua metode itu efisien? Menurut penulis efisien tergantung dari si pendidik nya lebih nyaman yang mana... daring atau luring!!!  Sekian terima kasih.

                                                                              

INFORMASI KAMPUS :

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Menuju Institut Terkemuka di Madura

Jalan Pesantren No 11
Tarate Pandian Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur - Indonesia
Telp : +62 878 - 7030 - 0328 / WA : +62 81 776 - 883 -730 / +62 823 - 3483 - 4806

Website : http://www.staimtarate.ac.id

E-mail 1 : official@staimtarate.ac.id 

E-mail 2 :  staimtarate.official@gmail.com

 

SOSIAL MEDIA

 

 

 

 

 

 

 

AGENDA KEGIATAN