STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep

STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Inovasi Menembus Batas Dunia - Menuju Institut Terkemuka di Madura

Seputar Kampus 29 Mar 2021
By PUSDATIN

Sambutan Ketua STAIM Tarate Pandian Sumenep - Wisuda Ke IV 2021

Sambutan Ketua   STAIM Tarate Pandian Sumenep - Wisuda Ke IV 2021

Yang kami hormati,

Pimpinan dan anggota Dewan Penasehat STAIM Tarate Pandian Sumenep;

Pimpinan Pengasuh PP. Al-Usymuni Tarate Pandian Sumenep;

Para tamu kehormatan STAIM Tarate Pandian Sumenep:

  • Bapak Prof. Dr. KH. Ahmad Imam Mawardi, M.A (Wakor Kopertais Wilayah IV Surabaya)
  • Bapak Ahmad Fauzi, S.H., M.H. (Bupati Kabupaten Sumenep)
  • Para Pimpinan Pemerintah Kabupaten, serta Pimpinan Lembaga dan Institusi mitra STAIM Tarate Pandian Sumenep,
  • Rekan-rekan wartawan, baik media cetak maupun elektronik;

Para Pengelola STAIM Tarate Pandian Sumenep

Rekan-rekan Dosen dan Tenaga Kependidikan;

Para Orang Tua, Orang Tua Asuh, Donatur, dan Pemberi Beasiswa;

Para Wisudawan Sarjana yang berbahagia;

Serta hadirin sekalian yang saya muliakan.

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebagai pendahuluan dari sambutan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena hanya atas rahmat dan ridha-Nya sehingga pada pagi hari ini, di tengah segala keterbatasan karena pandemi Covid-19, kita masih diberikan kesempatan untuk dapat bertatap muka, berkumpul dalam rangka melaksanakan satu kegiatan yang sangat penting bagi keluarga besar STAIM Tarate Pandian Sumenep, yaitu Wisuda Ke-IV Sekolah Tinggi Agam Islam Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep Tahun Akademik 2020/2021 Periode Maret 2021 dalam keadaan sehat, berbahagia, dan penuh optimisme menyambut masa depan yang gemilang.

Sebuah kehormatan bagi saya dapat memberikan sambutan hangat kepada para hadirin, khususnya kepada para orang tua yang akan turut menyaksikan prosesi wisuda ananda tercinta. Segala persiapan untuk momen spesial, seremoni wisuda ke-IV ini telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Namun, prosesi wisuda di bulan Maret 2021 harus tetap kita lakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global.

Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal dari kehidupan kita. Dalam satu tahun ini kita dipaksa untuk menerima sebuah kondisi normal ‘baru’ yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.Kegiatan komunikasi yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, digantikan komunikasi yang dimediasi oleh teknologi. Proses belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan di ruang-ruang kelas, saat ini dilakukan melalui ruang-ruang virtual termasuk pelaksanaan Wisuda dan Alhamdulillah kita tetap melaksanakan Wisuda dengan bertatap muka walaupun tempat duduk kita tidak berdekatan, namun tidak mengurangi niat tulus kita untuk memberikan penghargaan dan ungkapan kegembiraan atas pencapaian keilmuan para wisudawan.

Para wisudawan telah berhasil melalui satu tahapan pendidikan dan telah siap menyandang gelar sarjana sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya, atas nama seluruh sivitas akademika STAIM Tarate Pandin Sumenep, mengucapkan selamat kepada para wisudawan atas keberhasilannya menyelesaikan studi di STAIM Tarate Padian Sumenep.

Kepada orangtua, orangtua asuh, donatur, penyedia beasiswa, dan keluarga wisudawan, saya turut bersyukur, berbahagia dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena atas dukungan bapak dan ibu, para mahasiswa dapat fokus menjalani studi, sehingga pada pagi yang cerah ini mereka dapat diwisuda dan siap melanjutkan petualangan kehidupan untuk meraih masa depan yang dicita-citakan.

Serta tak lupa, yang tidak kalah pentingnya, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan STAIM Tarate Pandian Sumenep yang merupakan ujung tombak pendidikan dan pengajaran yang telah mencurahkan tenaga, pikiran dan upaya dalam melaksanakan tugas mulia, mendidik dan mengajar para mahasiswa secara profesional sehingga menghasilkan lulusan yang baik dan berkualitas.

 

Para Wisudawan, Orangtua, Wali serta Hadirin yang berbahagia,

Penyelenggaraan Wisuda pada pagi yang berbahagia ini merupakan sebuah seremonial yang menandai perubahan status Adik-Adik. Hari ini, kecuali yang akan melanjutkan ke strata S-2, adik-adik tidak lagi menyandang status mahasiswa. Seiring dengan perubahan status ini, berubah pula tanggung jawab yang Adik-Adik pikul.Ketika menjadi mahasiswa, Adik-Adik memikul tanggung jawab akademik yang dominan. Mulai hari ini, tanggung jawab sosial yang dipikul akan semakin berat.

Dengan predikat sarjana yang melekat pada diri Adik-Adik, tentu ada tanggung jawab sosial yang dipikul.Secara sederhana, suatu tanggung jawab sosial merupakan sebuah komitmen untuk merespons permasalahan sosial, atas dasar kepedulian sosial.Tentu saja, setiap mahluk sosial memiliki tanggung jawab sosial.Tetapi seorang sarjana memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar dikarenakan pengetahuan yang dimilikinya.Kalau ipteks yang Adik-Adik kuasai tidak Adik-Adik manifestasikan ke dalam tindakan sosial, maka nilai dari ipteks tersebut menjadi luntur.Ipteks adalah kekuatan intelektual manusia, kekuatan luhur yang diraih oleh manusia. Kekuatan ini akan menjadi bernilai tinggi bila digunakan untuk kepentingan kemanusiaan dan kemaslahatan masyarakat.

 

Para Wisudawan, Orangtua, Wali serta Hadirin yang berbahagia,

Selama di kampus, Adik-Adik mengikuti proses belajar di program studi yang berbeda, dan menekuni bidang-bidang ipteks yang berbeda. Wisudawan hari ini, ada 69 sarjana dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), 4 sarjana dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), 13 sarjana dari Program Studi Ekonomi Syariah (ES). Di balik perbedaan pilihan program studi, para mahasiswa dan akademisi diikat oleh prinsip pemersatu, yakni prinsip menjunjung tinggi kebenaran.Adik-Adik telah dipersiapkan untuk menjadi sarjana plus yang memiliki fikiran cerdas, fleksibel, kooperatif, dan mampu bekerja secara profesional sehingga memiliki kecakapan untuk mengisi pos-pos industri ataupun menciptakan lapangan kerja sendiri.Melalui mata kuliah berbasis KKNI yang sesuai dengan tantangan jaman, Adik-Adik dipersiapkan untuk melihat permasalahan secara kritis dari berbagai perspektif sehingga dapat menghasilkan solusi yang kreatif. Selain harus baik di aspek akedemik dan mumpuni di aspek non akademik, Adik-Adik juga telah melakukan PPL, PKL dan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) yang tentunya akan menambah pengetahuan dan mengasah keterampilan yang akan dibutuhkan dalam dunia kerja.

 

Para wisudawan yang saya banggakan serta hadirin yang saya muliakan,

Setelah lulus, banyak tantangan yang akan Adik-Adik hadapi. Tantangan itu tidak akan bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan kemampuan akademik. Kemampuan akademik perlu ditunjang dengan ketrampilan (skill) yang dibutuhkan dalam bekerja.Para wisudawan hari ini akan dicatat sebagai wisudawan angkatan Ke-IV STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep. Adik-Adik adalah mahasiswa generasi Ke-IV yang menempuh pendidikan tinggi di STAIM Tarate Pandian Sumenep tercinta ini. Oleh sebab itu, dalam suasana yang dipenuhi oleh rasa bahagia dan syukur ini, sebagai pengingat dan pemicu semangat Adik-Adik dalam menggapai mimpi di masa depan, perkenankan saya menyampaikan sambutan ini dengan tema Membangun generasi unggul, maju, dan berkarakter menuju Era Society 5.0”.

 

Pembangunan Sumber Daya Manusia adalah kunci kemajuan Indonesia di masa depan. SDM unggul memiliki korelasi erat dengan peningkatan produktivitas kerja dalam memenangkan persaingan dalam dunia bisnis, ekonomi, politik dan budaya.

Pertanyaan mendasar yang muncul adalah jika ada tuntutan membangun SDM unggul Indonesia, maka itu mencerminkan bahwa kondisi SDM Indonesia saat ini boleh dikatakan – dalam tanda petik – “belum unggul”. Oleh sebab itu, pemerintah menempatkan hal tersebut sebagai prioritas utama.

Pendidikan diyakini sebagai salah satu bidang yang memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan suatu bangsa. Bahkan menjadi faktor dominan di dalam proses peningkatan kecerdasan bangsa. Betapa penting dan strategis peranan pendidikan di dalam pembangunan bangsa, hal tersebut telah diakuai sejak dirumuskannya UUD 1945. Tanpa bangsa yang cerdas tidak mungkin bangsa itu ikut serta dalam percaturan global.

 

Secara umum, terdapat dua orientasi pendidikan dalam pembangunan bangsa, yaitu orientasi individual dan orientasi masyarakat. Orientasi individual, pendidikan berperan  dalam pembentukan  insan terdidik (educated person) yaitu melalui proses pengembangan potensi diri. Kemampun yang dimiliki oleh insan terdidik merupakan sarana bagi pemahaman diri dan lingkungan, upaya adaptasi dan partisipasi dalam perubahan, pelaku utama bagi perubahan (inovator), dan memiliki orientasi prediktif dan antisipatif. Dengan demikian, manusia terdidik dapat menjadi panutan bagi yang lainya (reference behavior) dan memiliki andil dalam membangun masyarakat (society building). Untuk itu, manusia terdidik harus memiliki keunggulan partisipatif bagi terwujudnya transformasi sosial yang menyeluruh.Sedangkan orientasi masyarakat, pendidikan memiliki tiga peran utama yakni sebagai agen konservatif  (agent  of  conservation),  agen  inovatif  (agent   of innovation),  dan  agen  perubahan  (agent of change). Sebagai agen konservatif, pendidikan secara operasional praktis melalui kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada penanaman dan pelestarian nilai-nilai sosial-budaya asli (indigeneous) yang memiliki ketangguhan dan ketahanan (homeostatic). Dengan demikian, masyarakat akan memiliki jati diri dalam menyikapi arus globalisasi.

 

Sebagai agen inovatif, pendidikan memiliki peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, mendesiminasikan, mensosialisasikan, dan mengaplikasikannya. Melalui perannya tersebut, pendidikan akan menghasilkan masyarakat pembelajar (learning society) yang diekspresikan dengan gemar mencari informasi, menggunakan, dan  mengkomunikasikannya.  Sedangkan  sebagai  agen  perubahan, pendidikan memiliki konsekuensi terhadap aplikasi dari produk inovasi pendidikan, sehingga pendidikan menjadi katalisator bagi terjadinya transformasi sosial. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada masa sekarang, melainkan bersifat dinamis dan antisipatif bagi terjadinya perubahan.

Dengan beberapa peran yang dimilikinya tersebut, pendidikan dituntut memiliki sumber daya pendidikan untuk mempersiapkan pelaku-pelaku perubahan yang tangguh, unggul, partisipatif, dan kompetitif.

 

Para Wisudawan, Orangtua, Wali serta Hadirin yang berbahagia,

Dalam membangun SDM unggul, perguruan tinggi tampil di garda terdepan.Perguruan tinggi adalah institusi yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang kompetitif, inovatif, dan berkarakter yang mampu bersaing di tingkat global.

Adik-Adik saat ini telah menjadi bagian dari kalangan sarjana di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS).Pengertian sarjana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, selain merupakan gelar strata satu yang dicapai oleh seseorang yang telah menamatkan pendidikan tingkat terakhir di perguruan tinggi, juga diartikan sebagai orang pandai (ahli ilmu pengetahuan).

 

Belum usai hiruk-pikuk akibat Revolusi Industri 4.0, yang dibarengi berkembangan era disrupsi, tiba-tiba kita dikejutkan dengan munculnya Society 5.0 (masyarakat 5.0).Konsep Society 5.0 sebenarnya sudah bergulir cukup lama.Konsep ini muncul dalam “Basic Policy on Economic and Fiscal Management and Reform 2016” yang merupakan bagian inti dari rencana strategis yang diadopsi Kabinet Jepang, Januari 2016.Konsep Society 5.0 diadopsi Pemerintah Jepang sebagai antisipasi terhadap tren global sebagai akibat dari munculnya Revolusi Industri 4.0.Society 5.0 adalah hal alami yang pasti terjadi akibat munculnya Revolusi Industri 4.0.Revolusi Industri 4.0 telah melahirkan berbagai inovasi dalam dunia industri dan juga masyarakat secara umum.Society 5.0 merupakan jawaban atas tantangan yang muncul akibat era Revolusi Industri 4.0 yang dibarengi disrupsi yang ditandai dunia yang penuh gejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.

 

Society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.Society 5.0, sebuah masa di mana masyarakat berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial oleh sistem yang mengintegrasikan ruang dunia maya dan ruang fisik. Society 5.0 akan menyeimbangkan pembangunan ekonomi dan menyelesaikan masalah sosial.

 

Generasi milenial dan pendidikan merupakan dua konsep yang berbeda, tetapi memiliki keterkaitan yang saling mempengaruhi satu samalain. Dalam hal ini, generasi  milenial  sebagian  besar tumbuh dan berkembang melalui pendidikan, sehingga pendidikan menjadi wahana bagi pengembangan generasi milenial. Untuk itu, maka pendidikan memerlukan SDM (Sumber Daya Manusia)yang kompeten sebagai aset bagi proses pengembangan generasi milenial yang siap akan problematika dan tantangan, SDM yang kompeten tersebut dicapai melalui proses pengembangan. Dengan demikian, SDM menjadi bagian penting dalam proses pengembangan pendidikan bagi generasimilenial.Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen yang saling terkait secara fungsional bagi tercapainya pendidikan yang berkualitas. Setidaknya terdapat empat  komponen utama dalam pendidikan, yaitu: SDM, dana, sarana, perasarana, dan kebijakan. Komponen SDM dapat dikatakan  menjadi komponen strategis, karena dengan  SDM  berkualitas  dapatmendayagunakan komponen lainnya,  sehingga  tercapai  efektivitas  dan  efisiensi pendidikan. Di mana SDM berkualitas dapat dicapai dengan pengembanganSDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri.

 

Sebagai seorang pendidik kita harus memiliki tanggung jawab untuk membawa mereka bertahan dengan kehidupan yang akan datang dan mempersiapkan peserta didik kita mahasiswa-mahasiswi kita dengan skill masa depan (future skill), dimana Revolusi Digital muncul dengan menekankan pembaharuan serba teknologi di antaranya lewat pola digital economy (digitalisasi ekonomi), artificial intelligence (kecerdasan buatan), big data (data dalam skala besar), robotic (pemakaian robot sebagai tenaga kerja) . Generasi millenial sangat erat kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0dimana revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dan otomasi disemua aspek kehidupan manusia. Banyak pihak yang belum menyadari akan adanya perubahan tersebut terutama di kalangan pendidik, padahal semua itu adalah tantangan generasi muda atau generasi millenial saat ini. Apalagi di masa-masa sekarang generasi milenial mempunyai tantangan sendiri menghadapi era revolusi industry Digital (REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN SOCIETY 5.0).

Peran penting pendidikan dalam pembangunan bangsa dengan jelas  telah ditunjukkan secara  yurudis formal dan praktik empiris operasional. SDM yang diperlukan dalam bidang pendidikan  adalah  SDM  yang berkualitas dalam berfikir dan berbuat. Artinya, SDM yang menguasai IPTEK dan mengembangkannya sehingga mereka memiliki kemampuan secara konseptual dan kemampuan teknis yang dapat disumbangkan bagi peningkatan kualitas proses dan produk pendidikan. Untuk itu, sangat penting upaya pengembangan SDM agar dapat menunjukkan peran penting dan strategis pendidikan dalam transformasisosial.

Pengembangan SDM adalah upaya peningkatan kualitas tenaga kependidikan, melalui pendidikan dan pelatihan. Terdapat dua jenis pengembangan SDM, yaitu pengembangan secara  formal  dan  secara informal. Kedua jenis pengembangan SDM tersebut dalam kenyataannya tidak bersifat dikotomis,  melainkan saling melengkapi sebagai suatu upaya peningkatan kualitas SDM. Terdapat  lima  domain penting dalam pengembangan SDM bidang pendidikan, yaitu: profesionalitas, daya kompetitif, kompetensi fungsional, keunggulan partisipatif, dan kerja sama. Pengembangan pada kelima domain tersebut  diperlukan upaya pengendalian mutu terpadu atau total quality control (TQC). Selain itu, pendidikan dan latihan sebagai wahana pengembangan SDM diperlukan suatu program diklat terpadu agar tercapai efektivitasnya.

 

Pengenalan dunia nyata tidak hanya sebatas lingkungan sekitar. Tapi lingkungan universal yang bisa dijelajahi menggunakan fasilitas akses internet global. Ini akan meningkatkan kualitas diri mahasiswa-mahasiswi kita yakni terbukanya wawasan global sebagai bagian dari masyarakat dunia. Membangun SDM yang unggul, dunia pendidikan kita harus mampu memberikan bekal bagi mahasiswa-mahasiswi untuk selalu siap menghadapi tantangan zaman. Kita harus bergerak cepat untuk bisa beradaptasi di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 saat ini.

Hadirin, para wisudawan yang saya hormati,

Pada hari yang berbahagia ini, akan ada Orasi ilmiah yang akan disampaikan oleh Wakor Kopertais Wilayah IV Surabaya, Bapak Prof. Dr. KH. Ahmad Imam Mawardi, M.A., Kami mengucapkan terima kasih atas pencurahan waktu, tenaga dan pikiran yang telah diberikan untuk menyiapkan orasi ilmiah secara virtual melalui aplikasi zoom, dan juga atas nama STAIM Tarate Pandian Sumenep dan atas nama pribadi saya selaku ketua STAIM Tarate Pandian Sumenep mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Bupati Sumenep Ahmad Fauzi, S.H., M.H yang telah bersedia memberikan sambutan di acara Wisuda ke IV STAIM Tarate Pandian Sumenep.

Sebagai penutup, perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai institusi pemerintah, perusahaan, lembaga dan warga masyarakat maupun perorangan yang senantiasa mendukung STAIM Tarate Pandian Sumenep dalam berbagai bentuk bantuan mulai dari dana beasiswa untuk mahasiswa kami sampai kepada berbagai program kerjasama dalam bidang penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, ataupun dalam berbagai bentuk bantuan lainnya.

Pesan saya untuk para wisudawan, “Selalu berbuat baik dengan siapapun tanpa berharap apapun dan jadilah manusia yang selalu mengedepankan akhlakul karimah dalam segelah aspek kehidupan.”Saya ingin mengingatkan bahwa bangsa Indonesia menunggu karya inovatif dari adik-adik semua. Untuk itu, perkenankan saya atas nama pribadi dan atas nama Ketua STAIM Tarate Pandian Sumenep dengan penuh kebanggaan mempersembahkan 86 lulusan sarjana STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep kepada bangsa Indonesia dan dunia dengan semangat Inovasi Menembus Batas Dunia.

Akhirnya, marilah kita bulatkan tekad dan teguhkan niat untuk secara bersama selalu bahu-membahu dalam memperkokoh Perguruan Tinggi ini (STAIM Tarate Pandian Sumenep) sehingga mampu berkontribusi maksimal dalam proses pendidikan dan pencerdasan seluruh anak bangsa, serta dalam proses pembangunan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini. Semoga Allah SWT melimpahkan pada kita semua hikmah dan kebijaksaan, serta kekuatan dan kesabaran, dalam upaya mencapai apa yang telah kita cita-citakan bersama. Amin. (28/03/2021)

 

Wabillahi taufik wal hidayah;

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

K. Ubadidillah Cholil, M.Pd.I., M.H.I

Ketua STAIM Tarate Pandian Sumenep

 

AGENDA KEGIATAN